“Javanese edelweiss” is not Alps edelweiss

Kenapa saya tiba-tiba ngomong tentang bunga edelweiss?

(Flash back 15-16 tahun yang lalu)

Dulu setiap ada anak MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) pulang abis naik gunung, mereka selalu bawa oleh-oleh buat saya satu ikat bunga yang mereka sebut sebagai bunga edelweiss. Katanya ini bunga abadi dan cuma ada di daerah pegunungan. Nah karena setiap anak MAPALA pulang saya selalu dikasih itu bunga, makanya saya berpikiran ini bunga pasti ga langka, ada di semua pegunungan di indonesia.

(fast forward April 2016)

Saya dan pacar lagi bahas soal rencana hiking buat bulan depan ke Alpine route japan. Teringatlah saya tentang si bunga edelweiss ini kemudian saya tanya ke pacar.

“Do you know edelweiss flower?. I remember my friends used to gave me that flower everytime they climb a mountain”

“Really? That’s an endangered plant, even in swiss alps it’s hard to find  and if you do you can not pick them”

“They’re easy to find in Indonesiaan mountain”

(2 minggu kemudian)

Karena penasaran, kemudian saya googling “edelweiss”, dan ternyata gambar bunga yang muncul beda dengan yang dulu sering dikasih teman. Setelah riset kecil-kecilan di google, ternyata dua bunga ini berbeda. bunga yang di temukan di pegunungan indonesia adalah jenis Anaphalis javanica sedangkan yang di eropa dari jenis Leontopodium alpinum. Genus nya saja sudah berbeda, mungkin karena sama-sama bunga abadi maka orang-orang indonesia menyebutnya bunga “edelweiss” juga.

Sekian laporan dari Osaka